Bunda yang akan menjalani operasi caesar mungkin pernah mendengar soal kateter urine. Selang kecil yang dipasang melalui saluran kencing ini memang cukup umum digunakan saat operasi caesar. Namun, apakah kateter harus tetap terpasang setelah operasi selesai?
Jawabannya, umumnya kateter urine memang dipasang saat operasi caesar, tetapi biasanya tidak perlu dipakai dalam waktu lama setelah operasi, terutama jika kondisi Bunda baik dan sudah bisa bergerak serta buang air kecil dengan normal.
Lantas, sebenarnya apa fungsi kateter urine dan kapan biasanya dilepas? Yuk, simak penjelasannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa itu kateter urine?
Kateter urine adalah selang tipis dan fleksibel yang dimasukkan melalui uretra menuju kandung kemih. Fungsinya untuk mengalirkan urine dari kandung kemih ke kantong penampung.
Pada operasi caesar, kateter biasanya dipasang untuk menjaga kandung kemih tetap kosong selama prosedur. Kondisi ini penting karena kandung kemih berada dekat dengan rahim dan area operasi, sehingga kandung kemih yang kosong dapat membantu mengurangi risiko cedera selama pembedahan.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) juga menjelaskan bahwa kateter ditempatkan ke dalam uretra sebelum operasi caesar untuk mengalirkan urine dan membantu menjaga kandung kemih tetap kosong selama operasi.
Kenapa Bunda perlu dipasang kateter saat operasi caesar?
Ada beberapa alasan mengapa dokter memasang kateter urine saat operasi caesar.
Salah satunya karena sebagian besar operasi caesar dilakukan dengan anestesi regional, seperti spinal atau epidural. Anestesi ini membuat bagian bawah tubuh menjadi mati rasa untuk sementara sehingga Bunda mungkin belum bisa merasakan keinginan buang air kecil atau mengontrol kandung kemih seperti biasa.
Selain itu, selama operasi Bunda juga biasanya tidak bisa bangun dan pergi ke toilet. Kateter membantu mengeluarkan urine sehingga kandung kemih tetap kosong selama prosedur.
Dengan begitu, dokter dapat melakukan operasi dengan lebih aman di area panggul.
Apakah kateter harus tetap terpasang setelah operasi caesar?
Tidak selalu.
Jika kondisi Bunda stabil, efek anestesi sudah berkurang, dan Bunda sudah dapat bergerak, kateter biasanya akan dilepas.
Panduan National Institute for Health and Care Excellence (NICE) merekomendasikan agar kateter urine dilepas setelah Bunda sudah dapat bergerak setelah mendapatkan anestesi regional untuk operasi caesar. NICE juga menyebutkan kateter tidak sebaiknya dilepas sebelum 12 jam setelah dosis tambahan terakhir anestesi epidural.
Sementara itu, NHS menyebutkan bahwa kateter biasanya dilepas sekitar 12–18 jam setelah operasi, setelah Bunda sudah mampu berjalan.
Jadi, jangan heran kalau Bunda masih menggunakan kateter selama beberapa jam setelah operasi. Waktu pelepasannya dapat berbeda tergantung kondisi Bunda, jenis anestesi, serta kebijakan rumah sakit.
Kenapa kateter sebaiknya tidak terlalu lama dipakai?
Kateter memang membantu selama operasi dan masa pemulihan awal. Namun, penggunaan kateter yang tidak diperlukan sebaiknya tidak diperpanjang.
Salah satu alasannya adalah adanya risiko infeksi saluran kemih yang berkaitan dengan penggunaan kateter. Selain itu, kateter yang masih terpasang juga dapat membuat Bunda lebih sulit bergerak bebas.
Dalam rekomendasi Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) untuk perawatan setelah operasi caesar, pelepasan kateter urine lebih awal termasuk salah satu intervensi yang direkomendasikan untuk membantu pemulihan ibu, selama tidak ada kondisi yang membuat kateter masih diperlukan.
ACOG juga menyebutkan bahwa bila kateter digunakan, pelepasannya dalam waktu 24 jam dapat membantu memperpendek lama rawat inap dan menurunkan risiko infeksi.
Setelah kateter dilepas, apakah Bunda langsung bisa pipis?
Belum tentu, dan ini tidak selalu berarti ada masalah.
Setelah kateter dilepas, tubuh membutuhkan waktu untuk kembali beradaptasi. Efek anestesi, nyeri setelah operasi, kurang bergerak, serta pembengkakan di sekitar panggul dapat membuat sebagian Bunda mengalami kesulitan buang air kecil untuk sementara.
Karena itu, tenaga kesehatan biasanya akan memantau apakah Bunda sudah bisa buang air kecil setelah kateter dilepas.
Jika Bunda tidak bisa buang air kecil, merasa kandung kemih sangat penuh, atau urine yang keluar sangat sedikit, jangan dipaksakan. Segera beri tahu perawat atau dokter. Tim medis dapat memeriksa kondisi kandung kemih dan menentukan apakah Bunda membutuhkan tindakan lebih lanjut, termasuk pemasangan kateter kembali untuk sementara.
Apakah pemasangan dan pelepasan kateter sakit?
Rasa yang dirasakan setiap Bunda bisa berbeda. Saat operasi caesar dengan anestesi regional, area tubuh bagian bawah biasanya masih mati rasa sehingga pemasangan kateter umumnya tidak terlalu terasa.
Ketika efek anestesi mulai menghilang, Bunda mungkin merasakan sedikit tidak nyaman atau sensasi ingin buang air kecil selama kateter masih terpasang.
Saat dilepas, biasanya prosesnya berlangsung cepat. Namun, bila Bunda merasa nyeri, perih, atau sangat tidak nyaman, jangan ragu menyampaikannya kepada perawat.
Kapan kateter bisa tetap dipakai lebih lama?
Tidak semua Bunda dapat langsung melepas kateter setelah operasi. Dalam kondisi tertentu, dokter mungkin memutuskan kateter tetap digunakan lebih lama.
Misalnya, jika Bunda belum bisa bergerak dengan aman, masih mengalami efek anestesi, mengalami kesulitan buang air kecil setelah kateter dilepas, atau memiliki kondisi medis tertentu yang membutuhkan pemantauan urine.
Jadi, waktu pelepasan kateter memang tidak bisa disamakan untuk setiap ibu.
Jadi, perlukah kateter urine setelah operasi caesar?
Kateter urine umumnya diperlukan selama operasi caesar dan beberapa waktu setelahnya, tetapi tidak harus digunakan dalam waktu lama.
Tujuannya terutama untuk menjaga kandung kemih tetap kosong selama operasi dan membantu mengeluarkan urine ketika Bunda masih belum bisa bangun atau buang air kecil sendiri.
Jika pemulihan berjalan baik, kateter biasanya akan dilepas setelah Bunda sudah dapat bergerak dan efek anestesi sudah cukup berkurang. NICE merekomendasikan pelepasan setelah Bunda sudah mobile, dengan ketentuan tertentu terkait anestesi epidural.
Jadi, kalau Bunda merasa khawatir melihat selang kateter setelah operasi caesar, sebenarnya alat ini merupakan bagian yang cukup umum dalam perawatan selama dan setelah operasi. Yang penting, jangan ragu bertanya kepada dokter atau perawat kapan kateter akan dilepas dan kapan Bunda diharapkan bisa buang air kecil sendiri.
Jika setelah kateter dilepas Bunda tidak bisa buang air kecil, mengalami nyeri hebat saat buang air kecil, urine berdarah, demam, atau merasa kandung kemih sangat penuh, segera beri tahu tenaga kesehatan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.