Pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar tidak hanya mengajarkan membaca dan menulis, tetapi juga membantu anak mengenal keindahan bahasa. Salah satu bentuk karya sastra yang menarik untuk dipelajari adalah pantun.
Melalui pantun, anak-anak dapat belajar menyampaikan pesan dengan cara yang kreatif, menyenangkan, dan penuh makna. Di antara berbagai jenis pantun, pantun kiasan memiliki keunikan tersendiri.
Pantun ini menggunakan bahasa tidak langsung untuk menyampaikan maksud tertentu, sehingga melatih anak berpikir lebih dalam. Dengan mengenal pantun kiasan, anak diajak memahami bahwa sebuah pesan tidak selalu disampaikan secara terang-terangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembelajaran pantun kiasan sangat bermanfaat bagi perkembangan kemampuan berbahasa anak SD. Ketika anak belajar menafsirkan makna, memperkaya kosakata, serta meningkatkan daya imajinasi. Selain itu, kegiatan ini juga dapat melatih kepekaan siswa terhadap penggunaan bahasa yang sopan dan halus.
Dengan tujuan agar pembelajaran pantun kiasan mudah dipahami, Bunda perlu menyampaikannya dengan cara yang sederhana dan sesuai dengan dunia anak. Pendekatan yang menyenangkan akan membuat anak lebih tertarik dan tidak merasa kesulitan. Lantas, seperti apa contoh pantun kiasan dan pesan moralnya?
25 Contoh pantun kiasan, lengkap dengan nasihat dan pesan moralnya
Dikutip dari buku Kumpulan Pantun untuk SD – SMP, terdapat contoh pantun kiasan lengkap dengan nasihat dan pesan moralnya. Simak selengkapnya:
1. Padi merunduk saat berisi
Tumbuh subur di bumi pertiwi
Janganlah sombong pemuda pemudi
Tetaplah baik dan rendah hati
Pesan moral: Filosofi padi, semakin berisi semakin merunduk. Anak muda saat kini walaupun sudah banyak mencetak prestasi, tetap harus tetap baik dan tidak sombong agar tidak timbul penyakit hati.
2. Bagai katak di dalam tempurung
Hanya mendengar suara belalang
Jangan menjadi orang yang murung
Nanti banyak kesempatan hilang
Pesan moral: Jangan menjadi orang yang berwawasan sempit dan pemurung, nanti akan banyak peluang yang terlewatkan.
3. Membeli baju di pasar lama
Tersangkut paku sobek sedikit
Memang ilmu yang utama
Namun adab juga terkait
Pesan moral: Walaupun sudah menimba banyak ilmu, jangan lupa untuk menjaga sopan santun dan etika karena sangat penting dalam bersosialisasi.
4. Bunga melati mekar mewangi
Tumbuh indah di balik pagar
Jangan silau harta duniawi
Hati tulus yang terpancar
Pesan moral: Kekayaan materi tidak ada artinya dibanding ketulusan hati.
5. Tinggi menjulang pohon kelapa
Ditiup angin daun bergoyang
Ingatlah selalu asal usul pemuda
Supaya senantiasa senang dan menang
Pesan moral: Jangan pernah lupa akan asal usul supaya tidak dipandang sombong, sehingga hidup akan lebih beruntung dan bahagia.
6. Berakit rakit ke hulu
Berenang renang ke tepian
Bersusah dahulu
Lalu bersenang kemudian
Pesan moral: Keberhasilan membutuhkan pengorbanan dan usaha yang keras di awal.
7. Hendak menebang pohon jati
Kapak tumpul jadi terluka
Jangan hanya bermimpi tinggi
Harus disertai usaha dan doa
Pesan moral: Cita-cita tidak akan tercapai tanpa usaha keras dan doa yang terpanjatkan secara terus menerus.
8. Batu karang di tengah laut
Tidak akan hancur dihantam ombak
Jika tekad sudah bulat
Jangan pernah berpaling pihak
Pesan moral: Harus punya pendirian yang teguh walaupun sedang menghadapi cobaan hidup.
9. Mencari ikan di perairan dalam
Dapat satu dilepas lagi
Belajarlah siang dan malam
Supaya tidak menyesal nanti
Pesan moral: Gunakan waktu muda untuk belajar agar masa depan cerah dan tidak ada penyesalan.
10. Indah nian burung cendrawasih
Terbang tinggi ke langit biru
Tangan kotor peluh pun bersih
Mencari nafkah halal patut ditiru
Pesan moral: Jangan malu bekerja apa saja yang penting jujur dan halal.
11. Harimau mati meninggalkan belang
Gajah mati meninggalkan gading
Nama yang buruk sulit dibuang
Berbuat baik selalu dikenang
Pesan moral: Jagalah reputasi dan nama baik dengan selalu berbuat baik.
12. Air berteriak tanda tak dalam
Ikan berenang di sela batu
Jangan berkata-kata tajam
Diam itu emas lebih bermutu
Pesan moral: Orang yang banyak bicara biasanya kurang berilmu, jadi berbicaralah secukupnya.
13. Menanam jagung di tanah tandus
Hanya rumput yang tumbuh subur
Jangan percaya janji mulus
Jika di belakang tidak jujur
Pesan moral: Berhati-hati terhadap orang yang bermulut manis tapi punya niat jahat (munafik).
14. Bagaikan api dalam sekam
Tak tampak namun terbakar
Dendam disimpan dalam diam
Hati rusak iman terpencar
Pesan moral: Jangan pernah menyimpan dendam, karena akan merusak diri sendiri dari dalam.
15. Membawa kayu dalam hutan
Ternyata sia-sia tidak berguna
Petuah baik jangan dilupakan
Agar tak tersesat di dunia
Pesan moral: Jangan melakukan hal yang tidak bermanfaat dan dengarkan nasehat orang yang lebih tua.
16. Sekali air bah sekali tepian berubah
Pasir bergeser tertutup lumpur
Nasib manusia masih bisa berubah
Jangan menyerah sebelum tempur
Pesan moral: Karena hidup itu dinamis, pasti akan ada masanya nasib berubah. Hal yang paling penting tetap berusaha dan pantang menyerah supaya nasib bisa berubah menjadi lebih baik.
17. Bagai pungguk merindukan bulan
Hanya menatap dari kejauhan
Jangan hanya mengejar khayalan
Hingga lupa kenyataan
Pesan moral: Jangan hanya mengharapkan sesuatu yang mustahil, hingga melalaikan apa yang sudah dimiliki.
18. Pucuk dicinta ulam pun tiba
Sayur dimasak di kuali tembaga
Kabar baik datang tak disangka
Syukuri nikmat yang ada
Pesan moral: Jangan lupa untuk mensyukuri setiap rezeki yang datang, baik banyak maupun sedikit.
19. Kemarau panjang tanah membelah
Hujan setitik menghapus dahaga
Sedikit sedekah membawa berkah
Menjadi penolong buat bahagia
Pesan moral: Kebaikan sekecil apa pun akan sangat berarti bagi yang membutuhkan, kelak akan menolong kita kemudian hari.
20. Meniti jembatan kayu yang lapuk
Harus waspada langkah kaki
Dunia ini hanyalah setumpuk
Jangan lalai akan akhirat nanti
Pesan moral: Kehidupan dunia bersifat sementara, jangan lupa untuk mempersiapkan bekal di hari akhir nanti.
21. Sebab nila setitik
Rusak susu sebelanga
Sebab salah yang sedikit
Hilang semua jasa yang ada
Pesan moral: Berhati-hatilah dalam bertindak, satu kesalahan kecil bisa menghapus banyak kebaikan.
22. Tegak rumah karena sendi
Runtuh sendi rumah binasa
Tegak bangsa karena budi
Runtuh budi hilanglah bangsa
Pesan moral: Karakter dan akhlak adalah fondasi utama martabat sebuah bangsa.
23. Bagaikan telur di ujung tanduk
Angin kencang menggoyang dahan
Dalam keadaan yang paling buruk
Mintalah perlindungan pada Tuhan
Pesan moral: Saat berada dalam kesulitan baik besar maupun kecil, berserah dirilah kepada Tuhan.
24. Menanam padi tumbuh ilalang
Sawah luas tiada hasilnya
Berharap balas budi pada orang
Hanya hati kecewa yang ada
Pesan moral: Berbuat baiklah dengan ikhlas, jangan pernah mengharapkan balasan dari manusia.
25. Kayu besar di tengah hutan
Tempat bernaung hewan melata
Pemimpin bijak jadi panutan
Rakyat makmur aman sentosa
Pesan moral: Seorang pemimpin harus mampu melindungi dan memberi manfaat bagi rakyat, supaya rakyatnya makmur dan sejahtera.
Itulah contoh pantun kiasan yang lengkap dengan nasihat dan pesan moralnya. Semoga bermanfaat untuk pengetahuan Si Kecil, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.